Waktu, Manusia dan Masa Depannya oleh Tedy Wahyudy Pasaribu

Sebuah refleksi.


Waktu itu sekejap rasa. Sesuatu yang pasti berlalu dan takkan pernah kembali, tetapi akan selalu datang. Ada yang terus-menerus diambil dan diberikan oleh waktu pada kita. Muda, adalah hal yang diambil oleh waktu dan Tua, adalah hal yang pasti diberikannya. Waktu mengambil dan memberikannya dengan perlahan-lahan. Setiap detiknya atau dengan hitungan angka yang lebih kecil dari itu. Tetapi, tetaplah waktu sekejap rasa. Coba tanyakan pada diri sendiri; berapa sudah hitungan usiamu dalam angka, hari ini? Lalu tanyakanlah; selama menjalani “rentang” usia itu, apakah terasa begitu lama? Atau seolah “tiba-tiba” saja, kita sudah menjadi semakin tua. Mungkin sedikit banyaknya kita memahami kalimat umum yang kerap terdengar; “begitu cepat waktu berlalu”. Waktu berlalu dengan perlahan, tetapi perlahannya itu, sekejap rasa. Tiada yang kuasa membuatnya henti. Maka kitalah yang mesti turut pula berlari bersamanya di atas jalan “rencana.”

Manusia tidak pernah bisa lepas dari waktu. Waktu hadir di dalam diri dan hidup manusia. Bagaimana manusia menyikapi waktu, adalah faktor penentu atas keberhasilan dalam menjalani dan membentuk kehidupannya sesuai dengan apa yang dicita-citakannya. Hal-hal yang sudah berlalu dalam hidup seorang manusia dapat dikatakan sejarah; sumber bahan renungan pembelajaran. Hal-hal yang sedang terjadi, sedang dilalui, ialah sejarah yang tengah berlangsung. Sementara hal-hal yang akan terjadi di kemudian hari, disadari atau tidak, adalah sejarah yang sedang dibentuknya. Bagaimana kita mampu menjalani sejarah yang sedang berlangsung dengan lebih baik, tanpa berkaca pada sejarah yang telah lalu. Kemudian, bagaimana bisa membentuk sejarah masa depan bila kita tidak tahu apa yang harus dilakukan? Bagaimana bisa mengatakan sejarah yang baiklah yang akan terbentuk di masa mendatang, bila tidak memulainya hari ini? Bagaimana mampu memulainya dengan baik, teratur serta terukur bila tidak sedang berada di atas jalan rencana! Bagaimana kita bisa berada di atas jalan rencana, bila kita tidak memiliki sebuah perencanaan! Bagaimana bisa memiliki perencanaan bila tidak mengenal potensi diri serta impian yang sesuai? Bagaimana bisa mengenal potensi dan impian yang sesuai, bila kita tidak memiliki pengetahuan dan keahlian untuk itu! Itulah kenapa manusia tidak diciptakan sendirian saja. Manusia dipengaruhi manusia lainnya. Manusia belajar dari manusia lainnya. Menemukan orang-orang yang memiliki pengetahuan dan keahlian yang tepat, untuk membantu diri dalam mengenal dan membentuk konsep diri, membangun rencana serta membantu merumuskan sikap hingga tindakan yang tepat dalam menghadapi proses dialektika dan persoalan yang datang kemudian adalah hal penting sebelum membangun impian masa depan.

Terkait apakah benar diri sudah memiliki perencanaan masa depan yang tepat lagi matang, maka coba tanyakanlah pada diri sendiri, apakah kita tau apa yang akan kita lakukan esok hari? Apakah yang akan kita lakukan esok hari itu, adalah sekedar sesuatu yang rutin yang harus dilakukan; sekolah, kuliah atau rutinitas kerja misalnya. Apakah sesuatu yang dilakukan di hari esok itu adalah “bagian” dari langkah-langkah yang terkait dengan “impian” besar yang hendak dicapai? Atau sekedar menjalankan rutinitas yang sudah ditetapkan dan terlepas dari “impian masa depan” yang diinginkan oleh manusia.

Masa depan manusia sangat bergantung pada bagaimana manusia itu memproyeksikan dirinya di masa depan. Maka proyeksi diri ini adalah langkah paling utama dalam membangun perencanaan hidup. Kembali lagi, tindakan memproyeksikan diri di masa depan itu sangat bergantung pada sejauh mana manusia itu mengenali karakter diri dan potensinya lalu mengasosiasikannya dengan “impian masa depan” yang sesuai, terukur dan rasional.

Maka, waktu, manusia dan masa depannya adalah pondasi dasar yang harus dikenali terlebih dahulu untuk membentuk, membangun sejarah hidup manusia itu di masa mendatang. Menemukan orang-orang yang berpengetahuan dan memiliki keahlian dalam membimbing ke arah pengenalan diri itu, menjadi kunci utamanya.


(instagram : sebutsajatedy)

Review